Awardee IISMA 2022 Asal Bali Menampilkan Tari Baris Tunggal Pada Peringatan 20 Tahun Bom Bali di Gold Coast, Australia

Gold Coast, Australia – Awardee IISMA 2022, I Wayan Gita Krishna dari Universitas Udayana menari Tari Baris di acara Peringatan 20 Tahun Bom Bali di Allambe Memorial Park, Gold Coast, Queensland, Australia pada tanggal 12 Oktober 2022 yang diselenggarakan oleh Allambe Memorial Park yang bekerjasama dengan Lions Club Australia sebagai agenda Peringatan 20 Tahun Bom Bali.

Pada kesempatan ini, keluarga korban Bom Bali berkumpul untuk mengenang keluarga ataupun kerabat dan saling memberikan dukungan kepada keluarga yang berkabung akibat peristiwa pengeboman. Meski demikian, pemerintah dan warga Gold Coast berkomitmen untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia dan mendorong perdamaian bagi kedua negara.
Kusuma Indonesia Community Australia (KICA) juga diundang untuk menampilkan beberapa tari Bali yang diadakan dalam momen ini dan bertujuan untuk menghibur penonton yang hadir. Ada empat tarian yang dibawakan yaitu tari Merak Angelo, tari Cendrawasih, tari Topeng Tua, dan tari Baris Tunggal. Tarian yang ditampilkan menggambarkan semangat pejuang yang memancarkan keberanian kepada keluarga dan orang-orang terkasih.

Salah satu tarian yaitu Tari Baris Tunggal ditampilkan oleh I Wayan Gita Krishna, atau lebih akrab disapa dengan Gita. Ia adalah salah satu awardee IISMA 2022 yang sedang menjalani kuliah di The University of Queensland. Ia mendapat kesempatan ini karena mengenal anggota KICA yang diundang dalam Peringatan 20 Tahun Bom Bali.

Baca Juga :  Penandatanganan Pakta Integritas Pegawai Setditjen Dikti, Wujud Nyata Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

“Saya merasa bangga dapat menampilkan tarian Indonesia khususnya tari Bali dalam kesempatan ini. Meski suasana haru sangat kental dalam acara ini, tetapi saya harap penampilan dari KICA dapat sedikit menghibur warga disini,” ujar Gita.

Gita mendeskripsikan suasana dalam acara ini sangat mengharukan karena semua keluarga korban Bom Bali hadir untuk mengenang keluarga yang meninggal dalam peristiwa itu. Bahkan, tak sedikit orang-orang menangis karena teringat pada keluarga yang telah tiada. Meski demikian, mereka saling memberikan dukungan dan semangat satu sama lain.

Partisipasi Gita dalam kegiatan ini sejalan dengan pesan Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Nizam, saat melepas delegasi IISMA beberapa waktu lalu.

“Adik-adik sekalian adalah benar-benar wakil dari Indonesia untuk mengabarkan tentang negara kita ke komunitas internasional, disamping menimba ilmu ke luar negeri, menimba pengalaman dan membangun persahabatan global. Sampaikan kabar seluas-luasnya tentang masakan, lagu daerah, dan foto-foto tentang keindahan alam Indonesia. Kenalkan tentang keramahtamahan masyarakat Indonesia dan sampaikan bahwa Indonesia telah menjadi negara yang maju”, paparnya.

Baca Juga :  Kemendikbud Dorong Kampus untuk Optimalkan Potensi demi Lawan Pandemi Covid-19

Rachmat Sriwijaya, Ketua Program IISMA, juga senantiasa menekankan hal yang sama bahwa para awardee IISMA adalah wakil Indonesia di dunia internasional yang harus bisa memperkenalkan hal-hal positif tentang Indonesia di komunitas internasional termasuk melalui seni dan budaya Indonesia.

Peringatan ini adalah sebagai penghormatan bagi warga negara Australia yang meninggal dalam peristiwa tersebut. Ledakan bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002 dengan 3 bom meledak yakni di Sari Club, Padddy’s Bar, serta satu bom di depan Konsulat Amerika yang menewaskan 202 orang, 88 di antaranya adalah warga Negara Australia dan menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : G-Magz
Tiktok : Ditjen Dikti

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
593 Views