Dihadiri oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Kerajaan Belgia, IISMA bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada Menyelenggarakan Pre-Departure Briefing

Jakarta – Kemendikbudristek – IISMA Pre-Departure Briefing (PDB) sebagai persiapan keberangkatan 10 awardee IISMA ke KU Leuven Belgia diselenggarakan pada 7 September 2022 Pukul 15.00 WIB atau 10.00 GMT+2 (waktu Belgia) bersama dengan KBRI Brussel secara daring. IISMA PDB yang ke-11 untuk kawasan Eropa ini merupakan hasil kerja sama antara IISMA dengan Universitas Gadjah Mada.

IISMA PDB merupakan salah satu rangkaian pelaksanaan Program Indonesian International Student Mobility Awards tahun 2022 yang yang bertujuan untuk memberikan pengarahan kepada para awardees dari 7 perguruan tinggi di Indonesia agar menjadi WNI yang baik, mengenal kebudayaan, serta informasi lainnya yang harus diketahui sebelum menjalani perkuliahan selama satu semester di KU Leuven. Program IISMA merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan oleh Ditjen Dikti Kemendikbud Ristek. Kegiatan IISMA PDB yang dihadiri oleh perwakilan Kantor Urusan Internasional dari masing-masing perguruan tinggi asal para awardees dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Rektor Universitas Gadjah Mada, Gugup Kismono, sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini.

Dalam sambutan dan paparannya, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia, Andri Hadi, yang didampingi oleh Nefertiti Hindratmo, sebagai Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Brussel, Belgia, memberi pesan kepada seluruh awardees yang akan tinggal di Belgia bahwa kondisi Covid-19 sudah jauh lebih baik, namun kondisi cuaca yang sangat fluktuatif di Belgia harus dijadikan catatan tersendiri bagi awardee IISMA agar siap secara fisik.

Baca Juga :  Kembangkan Riset dan Inovasi Kendaraan Listrik, Ditjen Diktiristek Bekerja Sama dengan PT INKA melalui Skema Kampus Merdeka

“Sudah tidak ada restriksi COVID-19 di Belgia sehingga penggunaan masker, penunjukan bukti vaksin, dan pembatasan sosial sudah tidak berlaku lagi. Mayoritas penduduk Belgia sudah melakukan vaksinasi primer (79%) dan booster (62%) dan kasus penularan COVID-19 sudah jauh menurun dibanding dengan kasus tahun-tahun kemarin”, ucapnya.

Dalam sesi briefingnya, Nefertiti menceritakan profil singkat Kota Leuven sebagai kota pelajar yang memiliki Bahasa Belanda dengan aksen setempat (Vlaams) atau dikenal sebagai Flemish dalam Bahasa Inggris karena ada tiga bahasa yang populer di Belgia yakni Bahasa Perancis, Belanda, dan Jerman. Pensosbud juga menginformasikan tentang jumlah populasi, iklim, rekomendasi tempat-tempat belanja kebutuhan primer bagi awardees, dan lokasi kota Leuven yang tidak jauh dari ibukota Belgia (Brussels) sehingga cukup memudahkan bagi para awardees IISMA jika memerlukan bantuan dari KBRI Brussels. Selain itu, informasi mengenai biaya hidup di Belgia mengalami peningkatan akibat inflasi sehingga para mahasiswa diharapkan dapat memiliki gaya hidup hemat.

Baca Juga :  405 Miliar Rupiah Dana Alokasi Ditjen Dikti untuk Membantu Penanganan Covid-19

“Yang tidak kalah pentingnya bagi para awardee adalah untuk melakukan registrasi kependudukan di City Hall dan lapor diri di KBRI Brussels via Peduli WNI setibanya di Belgia”, imbaunya.

Program IISMA ke Belgia tahun ini merupakan tahun kedua setelah pada tahun 2021 juga mengirimkan para awardeenya ke KU Leuven. Ketua Program IISMA, Rachmat Sriwijaya, berharap agar para awardee IISMA yang akan terbang ke Belgia bisa bersama-sama membawa harum bangsa dengan mempromosikan budaya Indonesia di tingkat global.
(YH/DZI/FH/DH/NH/SH/MSF)

Humas Ditjen Diktiristek
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman : www.diktiristek.kemdikbud.go.id
FB Fanpage : @ditjen.dikti
Instagram : @ditjen.dikti
Twitter : @ditjendikti
Youtube : Ditjen Diktiristek
E-Magz Google Play : G-Magz
Tiktok : Ditjen Dikti

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
263 Views