Usung “Penguatan Kapasitas Inovasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi” Kedaireka Hadirkan RekaPreneur Edisi Ketiga di Sorong

Sorong, 24 November 2022 – Setelah sukses dengan program Matching Fund pada tahun 2021 dan 2022, serta serangkaian kegiatan RekaPreneur yang sebelumnya sudah diadakan di Makassar dan Pontianak, kini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbud, melalui Kedaireka kembali menghadirkan program RekaPreneur sebagai bagian dari Ekosistem Kedaireka yang diselenggarakan pada Kamis, 24 November 2022 di Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). RekaPreneur menghadirkan narasumber yang berpengalaman dan berkompeten dalam pembuatan proposal kreasi reka, pitching dan negosiasi dengan pihak industri.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Prof. Nizam menyampaikan bahwa dalam rangka mencapai cita-cita Indonesia Emas tahun 2045, dibutuhkan kolaborasi multi-stakeholders guna mempercepat dan mengonsolidasikan perubahan berkelanjutan dalam pola konsumsi maupun produksi.  Program RekaPreneur dijalankan sebagai upaya mewujudkan Insan Perguruan Tinggi yang siap meluncurkan kreasi reka dan berkolaborasi dengan industri untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada.

Baca Juga :  Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek dan Delegasi Mengunjungi Awardee IISMA di Hanyang University dan Korea University

“Melalui RekaPreneur, insan perguruan tinggi diharapkan dapat meningkatkan pemahamannya dalam penyusunan proposal kreasi reka yang baik dan benar sehingga memiliki kualitas yang baik dan sesuai dengan kebutuhan industri. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pitching dan cara bernegosiasi yang baik sehingga insan perguruan tinggi lebih berpeluang dalam menciptakan sinergi dengan Mitra DUDI untuk melaksanakan kerja sama strategis,” ujar Nizam.

Mengusung tema “Penguatan Kapasitas Inovasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi”, pemateri yang hadir pada RekaPreneur di Universitas Muhammadiyah Sorong yakni penerima dana Matching Fund tahun 2022 dari UNAMIN, Ponisri, S.Hut., MP. dan evaluator Matching Fund tahun 2022 Dr. Ahmad Muhlis Nuryadi, S.Pi, M.Si. Kegiatan ini dihadiri peserta dari perwakilan Insan Perguruan Tinggi dan perwakilan Mitra DUDI yang ada di sekitar wilayah pelaksanaan baik secara luring maupun daring.

Baca Juga :  Ditjen Diktiristek Salurkan Bantuan untuk Penanganan Musibah Gempa Cianjur

Mewakili Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) sebagai tuan rumah RekaPreneur edisi ketiga, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH. Mengapresiasi kehadiran ekosistem Kedaireka dan mengatakan bahwa ekosistem Kedaireka sangat penting dalam meningkatkan kemanfaatan dan relevansi sekaligus menyelaraskan pengembangan IPTEK di perguruan tinggi dengan pemenuhan kebutuhan atau pemecahan permasalahan DUDI dan masyarakat. “Saya mewakili UNAMIN menyambut baik kehadiran ekosistem Kedaireka, khususnya bagi dunia pendidikan tinggi di wilayah Indonesia Timur, khususnya Papua dan Papua Barat. Setelah sukses memiliki perwakilan penerima dana bantuan Matching Fund di tahun 2022, dengan hadirnya kegiatan RekaPreneur di kampus kami, saya berharap di UNAMIN dan perguruan tinggi di Sorong dan Papua secara umumnya dapat lebih serius lagi dalam ambil bagian serta berpartisipasi dalam ekosistem kolaborasi inovasi yang kelak menciptakan banyak solusi untuk kesejahteraan masyarakat di Indonesia Timur.”

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
152 Views