Kolaborasi ITS-UCL-Unpatti Raih Penghargaan Internasional Bidang Keselamatan Maritim

Tampilan antarmuka aplikasi Kora-Kora yang secara otomatis memberi isyarat warna untuk mengidentifikasi stabilitas kapal ikan yang berlayar

Kampus ITS, ITS News – Melalui pengembangan aplikasi pemantauan stabilitas kapal ikan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil meraih penghargaan RINA-LR Maritime Safety Award 2023. ITS menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang meraih penghargaan prestisius di bidang keselamatan maritim tersebut.

RINA-LR sendiri merupakan penghargaan tahunan yang diberikan oleh The Royal Institution of Naval Architects (RINA), asosiasi profesional bidang kemaritiman terbesar di dunia yang bertempat di London dan bekerja sama dengan Lloyd’s Register Marine and Shipping. Dalam penghargaan ini, ide dan kebermanfaatan dari inovasi yang diberikan menjadi aspek utama yang dinilai.

Anggota tim riset dari ITS Prof I Ketut Aria Pria Utama MSc PhD menuturkan bahwa aplikasi tersebut merupakan riset kolaborasi yang dilakukan oleh ITS bersama University College London (UCL) dan Universitas Pattimura (Unpatti). Aplikasi yang diberi nama Kora-Kora ini ke depannya dapat digunakan oleh nelayan untuk mengidentifikasi stabilitas kapal ikan saat berlayar.

Baca Juga :  Bangkitkan Kesadaran Penggunaan Air Melalui Cycle for Waters
(dari kiri) Prof I Ketut Aria Pria Utama MSc PhD dan Dony Setyawan ST MEng, anggota Tim Riset ITS dalam pengembangan aplikasi stabilitas dan keselamatan kapal, Kora-Kora

Guru Besar Teknik Perkapalan ITS yang akrab disapa IKAP tersebut melanjutkan, inovasi ini didasari fakta bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan tingkat kecelakaan kapal terbanyak di dunia. “Masalah ini juga ditunjang dengan kurangnya pengetahuan dan pelatihan seputar keselamatan di laut yang diperoleh oleh para nelayan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kora-Kora didesain agar dapat digunakan secara praktis, mudah, dan gratis. Dengan memanfaatkan sensor accelerometer dan giroskop pada ponsel, Kora-Kora dapat secara otomatis membaca gerakan kapal dan memberikan isyarat kondisi kapal menggunakan warna. “Semisal kapal dalam kondisi aman, aplikasi akan memberikan isyarat warna hijau. Jika dalam keadaan berbahaya, akan berwarna merah,” jelasnya.

Pelaksanaan uji aplikasi Kora-Kora bersama para nelayan di Ambon, Oktober 2022 lalu

Lebih lanjut, IKAP memaparkan, riset kolaborasi yang didanai oleh Newton Fund ini telah berhasil diuji coba kepada para nelayan di Ambon pada Oktober 2022 lalu. Sangat praktis, ponsel dengan aplikasi yang telah terpasang dan baterai yang terisi penuh sudah dapat digunakan sebagai alat stabilitas kapal. “Tak kalah penting, nelayan tidak membutuhkan koneksi internet sama sekali,” imbuhnya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN-T IPB University Buat Filter Air untuk Masjid di Desa Tarikolot

Menjadi satu-satunya peraih penghargaan RINA-LR Maritime Safety Award tahun ini, ke depannya Kora-Kora akan terus disempurnakan fiturnya hingga dapat digunakan di berbagai jenis kapal oleh berbagai kalangan. “Kami juga berharap ke depannya pengembangan aplikasi ini turut didukung dan dipantau oleh kementerian dan instansi terkait,” tutur IKAP penuh harap.

Saat dilakukan uji coba aplikasi Kora-Kora bersama para nelayan di Ambon, Oktober 2022 lalu

Adapun penghargaan RINA-LR Maritime Safety Award akan diberikan pada acara Annual Dinner yang akan berlangsung pada 27 April mendatang di London, United Kingdom (UK). Bersama anggota tim riset dari ITS lainnya, Dony Setyawan ST MEng, IKAP mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan oleh kolega UCL dalam riset kali ini, terutama oleh Ketua tim riset Prof Giles Thomas. (HUMAS ITS)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...
328 Views